Sabtu, 14 Mei 2011

Golden Age

Blog ini menceritakan tentang kehidupan anak - anak anda, terutama saat mereka masih berada dalam usia dini. Yang sering kita sebut sebagai " Gold Age ". Dalam Blog ini saya akan sedikit memberikan cerita tentang pengalaman saya saat mengajar di Sekolah Playgroup.

Saya banyak mendapatkan pelajaran penting, terutama dalam menguasai anak - anak yang masih dalam usia dini, dikarenakan biasanya mereka masih banyak butuh bantuan, bimbingan, dan arahan. Begitu mudahnya mereka meniru apapun yang kita lakukan di dalam kehidupan sehari - hari. Dimulai dari satu kebiasaan dalam disiplin berpakaian, adab duduk yang baik, adab makan yang baik, dan yang diutamakan adalah sosialisasi anak terhadap lingkungan. Mampukah anak anda berbagi kepada teman, guru dan orang lain disekitar anda. Itu adalah salah satu hal yang penting untuk diperhatikan dalam mendidik putra - putri anda.

Di Zaman serba modern ini, kebanyakan orangtua yang sudah menyekolahkan anak - anak mereka di usia yang sangat dini. Oleh karena itu, peran guru di sekolah sangatlah penting. Bisa dibilang lebih sulit mengajarkan anak - anak di usia 1 - 6 tahun, di bandingkan mengajar anak - anak yang sudah masuk Sekolah Dasar. Butuh kemampuan khusus untuk guru - guru yang mampu mengajar anak - anak " Golden Age ".

Saya akan memberikan tips mendidik anak, khususnya untuk para Ibu yang menginginkan kesuksesan dalam mendidik anak - anak anda. Paling tidak anda memahami beberapa tips untuk menjadikan seperti apa anak - anak anda? sudah sesuaikah dengan yang anda inginkan?

Berikut tips untuk menjadikan anak anda seperti apa :
  • Jika anak selalu di musuhi, maka Dia akan terbiasa menentang.
  • Jika anak banyak di cela, maka Dia akan biasa menyalahkan.
  • Jika anak dihantui ketakutan, maka Dia akan terbiasa merasa cemas.
  • Jika anak banyak di kasihani, maka Dia akan merasa meratapi nasibnya.
  • Jika anak di kelilingi olok - olok, maka Dia akan terbiasa menjadi malu.
  • Jika anak di kelilingi rasa iri, maka Dia akan terbiasa merasa bersalah.
  • Jika anak serba dimengerti, maka Dia akan menjadi penyabar.
  • Jika anak banyak diberi dorongan, maka Dia akan lebih Percaya Diri.
  • Jika anak banyak di puji, maka Dia akan terbiasa menghargai.
  • Jika anak diterima dengan baik oleh lingkungan, maka Dia akan terbiasa menyayangi.
  • Jika anak tidak banyak dipermasalahkan, maka Dia akan terbiasa senang menjadi dirinya sendiri.
  • Jika anak dikaruniai keramahan, maka Dia akan terbiasa berpandirian.


Demikian beberapa tips, agar anda dapat mudah mengerti keinginan anak - anak anda. agar dapat pula sukses dalam menjadikan anak anda, sesuai dengan apa yang anda inginkan.

Cukur Rambut....

Tak terasa usia bayiku sudah 14 hari, waktunya untuk cukur rambut... demikianlah pikiran kami, sebaiknya sih pada saat usia bayiku 7 hari, tapi sayangnya Abi tidak punya keberanian untuk mencukur bayiku, katanya sih kasihan kepalanya masih lembek, jadi di tunda deh seminggu kemudian.

Hari ke - 14, dengan hati bimbang dan ragu akhirnya Abi  nekat untuk mencukur rambut bayiku, tidak lupa dengan persiapan-persiapannya :
  • Pisau cukur yang masih baru, minimal sediakan 3 buah, bila satunya mulai tumpul sudah ada cadangannya.
  • Gunting rambut, untuk mencukur rambut yang telanjur panjang sehingga lebih mudah untuk di kerok.
  • Baskom berisi air hangat, untuk membasuh kulit kepala bila ada yang luka, dan juga untuk tempat pengumpulan rambut yang telah di cukur.
  • Cairan antiseptic, untuk mengobati bila ada yang terluka.
  • Cotton Bud, untuk mengolesi cairan antiseptic.
  • Handuk.

Pada saat memulainya Aku terlebih dahulu menyusui Bayiku supaya Dia tertidur dengan nyenyak sehingga memudahkan proses menyukur rambut. Karena Abi masih merasa khawatir takut melukai kulit kepala Bayiku, akhirnya Ayah Rafi turut membantu cukur rambut nya.
Sedikit demi sedikit mulai tercukur habis rambutnya, hingga akhirnya selesai pula proses tersebut walaupun masih tersisa rambut disana sini... dan kemudian rambut Bayiku di kumpulkan di baskom lalu dikeringkan supaya dapat ditimbang, tak terkiranya rambutnya hanya seberat kurang dari 1 gram, mungkin masih tipis kali ya....
Dan inilah hasilnya  setelah proses pencukuran rambut tersebut.



My Baby

Sembilan bulan sudah Janin di dalam rahimku, tanpa terasa waktu telah terlewati dengan cepat. Akhirnya saat-saat yang dinanti hampir tiba, 12 Maret 2009 itulah prediksi yang dinyatakan oleh dokter bayiku akan lahir, tapi segala sesuatunya sudah di atur oleh Allah SWT, prediksi itupun meleset.


1 minggu sudah berlalu, pada hari jum'at malam tgl 20 Maret 2009, Aku mengalami gejala-gejala umum akan melahirkan, yaitu mules-mules dengan rentang waktu 15 menit sekali, dengan bantuan Ayahnya Rafi dengan membawa armadanya kami berangkat ke RS, akhirnya tiba juga saat-saat menegangkan ini, pada saat Aku di periksa oleh para suster RS. Kartika Husada Tambun, ternyata sudah mencapai pembukaan 2.


Ditunggu dengan perasaan harap-harap cemas ternyata sampai hari sabtu pagi Aku belum menunjukan kemajuan yang berarti, masih tetap pembukaan 2, hingga akhirnya dokter memutuskan untuk melakukan tindakan medis yaitu Induksi untuk merangsang otot-otot rahim membuka hingga pembukaan sempurna untuk melahirkan.


Tapi sampai sore harinya pun rahimku tetap pada pembukaan 2, walaupun Aku sudah dalam kondisi kepayahan karena tidak tidur semalaman dan rasa mules yang amat sangat, masih berusaha untuk mencoba melahirkan dengan normal.


Sampai akhirnya setelah Maghrib Abi  tidak tega melihat kondisi Aku dan menanyakan apakah masih kuat bertahan, dan dengan perasaan yang amat sedih Aku menyatakan sudah tak sanggup lagi, seketika itu juga Abi mengambil keputusan untuk menyatakan Aku harus dioperasi Caesar walaupun para suster dan dokternya bersikukuh bahwa Aku dapat melahirkan secara normal, Aku dan Abi lebih bersikukuh lagi minta untuk dioperasi.


Akhirnya jam 21.30 Aku masuk ruang operasi dengan kondisi yang sudah sangat lemah tapi tampak semangat dari sinar matanya untuk melahirkan bayiku, sedangkan Abi  yang tak diperbolehkan untuk menemaniku diruang operasi terpaksa menunggu diruang tunggu bersama Uti, Ayah Rafi, Bunda Rafi, Kak Mahza, dan Aa' Rafi. Suasana diruang tunggu menurut Abi sangat menegangkan karena perasaan senang, sedih, khawatir, bingung, gembira, semuanya menjadi satu.


Alhamdulillah Hari Sabtu malam tgl. 21 Maret 2009 jam 21.58  akhirnya seorang Bayi Laki-laki keluar dari rahimku ke Dunia Barunya. Bayiku keluar dengan tangis yang cukup kencang, dan Aku merasa lega serta bahagia karena tidak sia-sia perjuanganku... lalu tim Dokter memberitahukan pada ku, kalau yang menyebabkan bayiku tidak bisa keluar dengan proses normal adalah kaki kanannya yang terlilit tali plasenta..dan Bayikupun sudah berusaha untuk keluar secara normal tapi Allah SWT berkehendak lain...Sepuluh menit kemudian Dia dibawa suster untuk menemui Orang-orang yang dengan setia menunggunya sampai lahir, lalu Abi mengumandangkan azan serta iqomat untuk memperdengarkan pertama kali suara di telinganya, Bayiku yang tadi nya menangis jadi terdiam terpaku dengan suara azan dan iqomat.


Kakek, Mbah Yem, Mbah Marno, Om Nur, Om Arif, dan Tante Ayu menyusul datang ke RS. untuk melihat Bayiku, tapi karena Dia sudah masuk ruang inkubator, mereka tak dapat menemuinya saat itu.


Kata Abi, segala perasaan yang tercampur baur tadi kini menjadi satu perasaan yang tak kan terlupakan, dan akan selalu terkenang yang akan diceritakan nanti pada nya bila Dia sudah besar nanti, sehingga Dia dapat menghargai pengorbananku, Abi dan orang-orang yang menyayanginya.
Kami berdua  sepakat memberinya nama :

" Mirza Hasyid Akasha "