Sabtu, 14 Mei 2011

My Baby

Sembilan bulan sudah Janin di dalam rahimku, tanpa terasa waktu telah terlewati dengan cepat. Akhirnya saat-saat yang dinanti hampir tiba, 12 Maret 2009 itulah prediksi yang dinyatakan oleh dokter bayiku akan lahir, tapi segala sesuatunya sudah di atur oleh Allah SWT, prediksi itupun meleset.


1 minggu sudah berlalu, pada hari jum'at malam tgl 20 Maret 2009, Aku mengalami gejala-gejala umum akan melahirkan, yaitu mules-mules dengan rentang waktu 15 menit sekali, dengan bantuan Ayahnya Rafi dengan membawa armadanya kami berangkat ke RS, akhirnya tiba juga saat-saat menegangkan ini, pada saat Aku di periksa oleh para suster RS. Kartika Husada Tambun, ternyata sudah mencapai pembukaan 2.


Ditunggu dengan perasaan harap-harap cemas ternyata sampai hari sabtu pagi Aku belum menunjukan kemajuan yang berarti, masih tetap pembukaan 2, hingga akhirnya dokter memutuskan untuk melakukan tindakan medis yaitu Induksi untuk merangsang otot-otot rahim membuka hingga pembukaan sempurna untuk melahirkan.


Tapi sampai sore harinya pun rahimku tetap pada pembukaan 2, walaupun Aku sudah dalam kondisi kepayahan karena tidak tidur semalaman dan rasa mules yang amat sangat, masih berusaha untuk mencoba melahirkan dengan normal.


Sampai akhirnya setelah Maghrib Abi  tidak tega melihat kondisi Aku dan menanyakan apakah masih kuat bertahan, dan dengan perasaan yang amat sedih Aku menyatakan sudah tak sanggup lagi, seketika itu juga Abi mengambil keputusan untuk menyatakan Aku harus dioperasi Caesar walaupun para suster dan dokternya bersikukuh bahwa Aku dapat melahirkan secara normal, Aku dan Abi lebih bersikukuh lagi minta untuk dioperasi.


Akhirnya jam 21.30 Aku masuk ruang operasi dengan kondisi yang sudah sangat lemah tapi tampak semangat dari sinar matanya untuk melahirkan bayiku, sedangkan Abi  yang tak diperbolehkan untuk menemaniku diruang operasi terpaksa menunggu diruang tunggu bersama Uti, Ayah Rafi, Bunda Rafi, Kak Mahza, dan Aa' Rafi. Suasana diruang tunggu menurut Abi sangat menegangkan karena perasaan senang, sedih, khawatir, bingung, gembira, semuanya menjadi satu.


Alhamdulillah Hari Sabtu malam tgl. 21 Maret 2009 jam 21.58  akhirnya seorang Bayi Laki-laki keluar dari rahimku ke Dunia Barunya. Bayiku keluar dengan tangis yang cukup kencang, dan Aku merasa lega serta bahagia karena tidak sia-sia perjuanganku... lalu tim Dokter memberitahukan pada ku, kalau yang menyebabkan bayiku tidak bisa keluar dengan proses normal adalah kaki kanannya yang terlilit tali plasenta..dan Bayikupun sudah berusaha untuk keluar secara normal tapi Allah SWT berkehendak lain...Sepuluh menit kemudian Dia dibawa suster untuk menemui Orang-orang yang dengan setia menunggunya sampai lahir, lalu Abi mengumandangkan azan serta iqomat untuk memperdengarkan pertama kali suara di telinganya, Bayiku yang tadi nya menangis jadi terdiam terpaku dengan suara azan dan iqomat.


Kakek, Mbah Yem, Mbah Marno, Om Nur, Om Arif, dan Tante Ayu menyusul datang ke RS. untuk melihat Bayiku, tapi karena Dia sudah masuk ruang inkubator, mereka tak dapat menemuinya saat itu.


Kata Abi, segala perasaan yang tercampur baur tadi kini menjadi satu perasaan yang tak kan terlupakan, dan akan selalu terkenang yang akan diceritakan nanti pada nya bila Dia sudah besar nanti, sehingga Dia dapat menghargai pengorbananku, Abi dan orang-orang yang menyayanginya.
Kami berdua  sepakat memberinya nama :

" Mirza Hasyid Akasha "


Tidak ada komentar:

Posting Komentar